BKPSDM KOTA BIMA MENERIMA KUNJUNGAN DARI BPSDMD PROVINSI NTB DALAM RANGKA KOORDINASI PENGUATAN IMPLEMENTASI SISTEM PEMBELAJARAN TERINTEGRASI ( CORPORATE UNIVERSITY / CORPU ) DI LINGKUNGAN PEMERINTAH KOTA BIMA
Selasa, 14 Juli 2026 BKPSDM Kota Bima Menerima Kunjungan dari BPSDMD Provinsi NTB dalam rangka Koordinasi dan Penguatan Implementasi Sistem Pembelajaran Terintegrasi (Corporate University/ Corpu) di Lingkungan Pemerintah Kota Bima yang berlokasi di Aula Kantor BKPSDM Kota Bima.
Penguatan Implementasi Sistem Pembelajaran Terintegrasi adalah upaya strategis yang menyelaraskan proses pengembangan kompetensi dengan visi, misi, dan tujuan organisasi. Pendekatan ini menghubungkan pembelajaran secara langsung dengan beban kerja, manajemen kinerja, dan manajemen talenta untuk mendorong peningkatan kapasitas individu dan organisasi secara menyeluruh. Di sektor pemerintahan dan aparatur negara, sistem ini dikenal sebagai ASN Corporate University (ASN Corpu).
Berikut adalah komponen dan siklus utama dalam penguatan implementasi tersebut yakni 4 Tahapan Sistem PembelajaranPengembangan kompetensi dilakukan melalui ekosistem yang terhubung dengan siklus berikut seperti Diagnosis Kebutuhan Pembelajaran yang Mengidentifikasi celah kompetensi yang diperlukan untuk mencapai target organisasi. Perencanaan Pembelajaran yang Menyusun rencana pembelajaran (learning plan) yang dimasukkan ke dalam sasaran kerja. Pelaksanaan Pembelajaran yang Menerapkan metode pembelajaran yang relevan, baik klasikal (tatap muka) maupun non-klasikal (seperti e-learning, magang, dan pertukaran pengetahuan).
Dalam Evaluasi ini untuk Mengukur dampak pembelajaran terhadap perubahan kinerja pegawai dan instansi.Model Pembelajaran yang DigunakanSistem terintegrasi menyeimbangkan berbagai metode yang berpusat pada pengalaman di tempat kerja dengan rasio pengembangan sebagai berikut untuk Experiential Learning (70%) yang Belajar melalui praktik langsung di tempat kerja, penugasan, dan magang.Social Learning (20%) Belajar dari rekan sejawat, mentor, dan komunitas pembelajar. Formal Learning (10%) Mengikuti pelatihan klasikal, seminar, atau kursus formal.
Tujuan dan Dampak UtamaOrientasi Dampak untuk Memastikan setiap pelatihan tidak hanya sekadar menggugurkan kewajiban, tetapi memecahkan masalah nyata di unit kerja. Keterukuran yang Menjadikan hasil pembelajaran lebih terukur dan selaras dengan target kinerja.Berbagi Pengetahuan (Knowledge Sharing): Membangun budaya organisasi yang terbuka, di mana ilmu dan inovasi disebarluaskan merata antar unit atau instansi.